Kamis, 10 Januari 2013

Statistik


PENGEMBANGAN NON TES


A.  PENDAHULUAN

Dalam melakukan penilaian hasil belajar, Pendidik cenderung lebih mengutamakan penilaian yang didasarkan dari hasil  tes, baik berupa hasil tes objektif ataupun subjektif, sedangkan hal yang berkenaan dengan domain afektif seperti sikap, minat, bakat, dan motivasi seringkali diabaikan.
Untuk mengukur hasil belajar tidak hanya semata berdasarkan pada hasil tes tetapi juga harus dipertimbangankan aspek non tes. Instrumen hasil belajar non-tes  untuk mengukur hasil belajar yang berkenaan dengan soft skill, terutama yang berhubungan dengan apa yang dapat dibuat atau dikerjakan oleh peserta didik dari apa yang diketahui atau dipahaminya. Dengan kata lain, instrumen seperti itu terutama berhubungan dengan penampilan yang dapat diamati dari pada pengetahuan dan proses mental lainnya yang tidak dapat diamati dengan panca indra. Selain itu, instrumen seperti ini memang merupakan satu kesatuan dengan instrumen lainnya, karena tes pada umumnya mengukur apa yang diketahui, dipahami atau yang dapat dikuasai oleh peserta didik dalam tingkatan proses mental yang lebih tinggi.
Sampai saat ini penilaian pendidikan matematika lebih banyak mengandalkan tes dibandingkan dengan teknik non tes. Hal ini  dikarenakan penilaian mata pelajaran matematika lebih mengutamakan teknik tes. Tentunya sistem penilaian seperti ini tidaklah cukup. Objek penilaian pembelajaran matematika terlalu kompleks jika hanya mengandalkan tes saja.
 Berbagai objek penilaian pembelajaran matematika memerlukan instrument non tes. Oleh karena itu, penting bagi setiap guru matematika memahami dan mampu mengembangkan instrumen non tes agar dapat merancang dan melaksanakan penilaian dengan sebaik-baiknya.

Data


Nama             :  YENI MULIANA
 Alamat           : Prabumulih  
Pekerjaan        : Guru SMP Negeri 8 Prabumulih